Jamur Tiram (Pleurotus Ostreatus) atau dalam bahasa Inggris disebut Oyster mushroom adalah sejenis jamur yang mempunyai todung yang bentuknya menyerupai kulit kerang dan berwarna putih dengan permukaan todung yang mengkilap licin dan halus. Jamur Tiram digemari masyarakat karena rasanya sangat lezat dan mempunyai khasiat yang sangat baik untuk kesehatan, selain itu juga mengandung nilai gizi yang tinggi dan bermacam kandungan vitamin serta Asam Amino Esensial. Oleh karena itu jamur tiram yang merupakan sumber makanan pengganti daging juga dapat dikonsumsi sebagai obat. Di Jepang jamur tiram yang disebut Hiratake dipakai sebagai obat, sangat baik untuk pasien diabetes, kolesterol, hypertensi dan membantu pencernaan. Jamur tiram mengandung nilai nutrisi yang cukup baik, kaya dengan vitamin, mineral, rendah karbohidrat dan lemak. Oleh karena kandungan hidrat arang dan lemak yang rendah itulah, jamur tiram sangat baik terutama bagi penderita darah tinggi, diabetes, kolesterol, obesitas dan asam urat dimana jenis sayuran dan kacang-kacangan termasuk jenis makanan yang perlu dibatasi/dihindari.
Jamur Tiram seperti
yang biasa kita jumpai banyak tumbuh di alam, di pohon atau kayu-kayu
yang sudah lapuk, jamur ini hidup baik pada tempat-tempat yang lembab
dengan kisaran suhu sekitar 25-30° C.
Dalam perkembangan zaman saat ini jamur tiram sudah dapat dikembangkan dengan membudi dayakan dengan memanfaatkan limbah gergajian kayu sebagai bahan media tanamnya. Serbuk kayu ini diolah dengan bahan-bahan lain seperti dedak dan kapur yang dicampur dan dikemas dalam kantong plastik, disterilisasi dan selanjutnya ditanami benih jamur tiram yang disebut dengan Baglog. Baglog atau media tumbuh jamur ini selanjutnya ditumbuhkan di dalam ruang atau bangunan khusus pertumbuhan jamur yang sering disebut dengan Kumbung atau rumah jamur.
Jamur Tiram dari hasil pembudidayaan sebagian dapat dijumpai di pasar tradisional dan supermarket, akan tetapi masih dalam jumlah terbatas, dan sampai dengan saat ini permintaan jamur tiram di pasar masih belum bisa terpenuhi. Dengan semakin meningkatnya permintaan jamur tiram segar di pasar lokal maupun supermarket maka budi daya jamur tiram merupakan suatu peluang usaha baru bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha budi daya jamur di sektor pertanian. Pangsa pasar untuk produk budi daya jamur tiram masih terbuka lebar, karena kebutuhan konsumen akan jamur terus naik, sementara yang budi daya jamur tiram jumlahnya masih terbatas.
Budi daya jamur memiliki prospek yang sangat cerah untuk dibudi dayakan dan dikembangkan, hal ini dikarenakan karena usaha ini tidak memerlukan lahan yang terlalu luas. Bahan baku yang dipergunakan adalah dari hasil limbah dari penggergajian kayu dan dedak/bekatul yang mudah didapatkan. Biaya dan waktu yang dicapai dari saat tanam bibit sampai pemanenan yang diperlukan relatip tidak banyak, sehingga usaha budi daya jamur ini bisa dikatakan mempunyai kemampuan perputaran uang yang relatip lebih cepat.
BUDI DAYA JAMUR TIRAM DAN PELUANGNYA
Budi
daya jamur memiliki prospek yang sangat cerah untuk dibudi dayakan dan
dikembangkan, hal ini dikarenakan karena usaha ini tidak memerlukan
lahan yang terlalu luas. Bahan
baku yang dipergunakan adalah dari hasil limbah dari penggergajian kayu
dan dedak/bekatul dari hasil penggilingan padi yang mudah didapatkan.
Biaya dan waktu yang dicapai dari saat tanam bibit sampai pemanenan yang
diperlukan relatip tidak banyak, sehingga usaha budi daya jamur ini
bisa dikatakan mempunyai kemampuan perputaran modal yang relatip lebih cepat.
BUDI DAYA JAMUR TIRAM DAN PENANGANANNYA
Pertumbuhan
dan produksi jamur sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan, sehingga
perawatan dalam semua tahapan di dalam budi daya jamur sangat penting.
Untuk memacu produksi, perawatan harus dilakukan sejak awal dengan
baik, seperti kebersihan dan menjaga kelembaban di
dalam ruang pertumbuhan. Budi daya jamur sangat memerlukan penanganan
khusus dimulai dari pengolahan/produksi baglog sampai dengan
perawatannya dalam proses pertumbuhannya harus selalu bersih, karena
jamur sangat rentan dengan gangguan hama penyakit dan kondisi perubahan
suhu/cuaca, oleh karena itu dalam menangani budi daya jamur diperlukan ketekunan-keuletan dan kesabaran ekstra dalam mengerjakannya.
Faktor terpenting yang harus diperhatikan dalam budidaya jamur tiram ini selain dengan masalah kebersihan juga faktor aplikasi bibit unggul yang meliputi teknlogi produksi bibit (kultur murni, bibit induk, bibit sebar), teknologi produksi baglog (media tumbuh/substrat) serta pemeliharaan dan cara panen jamur tiram.
Hal lain yang perlu diperhatikan dalam memulai budi daya jamur tiram adalah faktor sumber bahan baku untuk substrat tanam, sumber bibit dan persarataan lingkungan seperti : sumber air, suhu dan kelembaban yang mempengaruhi pertumbuhan jamur nantinya. Ruang pertumbuhan jamur atau kumbung adalah tempat untuk menumbuhkan jamur yang dirancang agar tercipta suasana yang sejuk/ lembab dan mendapatkan sirkulasi udara yang memadai, sehingga biasanya rumah jamur ini dindingnya terbuat dari bahan kayu seperti bambu dan atapnya terbuat dari daun rumbia.
Contoh budi daya jamur tiram
MANFAAT JAMUR TIRAM SEBAGAI PENURUN KOLESTEROL :
Pada cendawan Aspergillus
terreus dan berbagai cendawan genus
Pleurotus seperti P.sapidus, P.erynggi,
P.cornucopial dan P.Ostreatus (jamur tiram) telah ditemukan mengandung Lovastatin.
Lovastatin diperoleh antara
lain melalui fermentasi dari jamur berfilamen khususnya dari kelas
Basidiomycetes. Lovastatin sebagai agen anti hiperkolesterolemia mampu
menurunkan kadar serum kolesterol, LDL, trigliserol dan VLDL dalam darah
(Albert, 1989)
Serat Lovastatin yang ada dalam
Jamur Tiram (Pleurotus Ostreatus) ini menghambat penggabungan Asetat menjadi
Kolesterol. Lovastatin adalah turunan
asam mevinat yang merupakan zat anti lemak, senyawa ini menghambat penggabungan
asetat menjadi kolesterol, sedangkan serat dapat mengikat asam empedu dan
diekskresi melalui tinja. Kasiat jamur
Tiram dapat menurunkan lemak dalam darah, menurunkan kadar kolesterol hingga
41,7%. Lovastatin dan serat dalam jamur tiram dapat menurunkan konsentrasi
lemak dalam darah, memperbaiki kinerja pencernaan, menghilangkan alergi dan
melancarkan sirkulasi darah.
Jamur
tiram juga banyak mengandung mineral dimana kandungan mineral mikroelemennya
bersifat logam sangat rendah. Mineral utamanya kalium, fosfor, natrium,
kalsium, dan magnesium, manfaatnya antara lain untuk antiviral, antikanker, dan
penurun kadar kolestrerol. Dari jamur tiram ditemukan beta-glukan sebagai
senyawa imunomodulator yang meningkatkan kekebalan tubuh, selain
manfaat-manfaat lainnya yang juga menguntungkan bagi kesehatan. Senyawa beta-glukan bisa dimanfaatkan untuk
bahan minuman yang dapat dipadukan dengan berbagai jenis buah-buahan. Jamur
tiram juga dapat dipadukan dengan susu fermentasi seperti Yoghurt. Yoghurt adalah susu
yang dibuat dari susu sapi melalui fermentasi bakteri, fermentasi gula susu
(laktosa) menghasilkan asam laktat.
Yoghurt kaya akan protein, beberapa vitamin B, dan mineral. Perpaduan Yoghurt dan jamur tiram sangat baik
untuk kesehatan karena jika dipadukan dengan beta-glukan dari jamur tiram dapat
sebagai imunostimulan dan penurun kolesterol
RAMUAN JAMUR TIRAM
UNTUK KOLESTEROL :
Jamur tiram dibersihan dan dipotong
kecil-kecil dan direbus dalam air mendidih, rebusan jamur tiram didinginkan
sampai suhu normal, campurkan dengan Yogrurt 1 botol, aduk hingga air rebusan jamur
tiram dan Yoghurt betul-betul rata dan diamkan dalam suhu normal dalam 1 hari
agar terfermentasi.
Olahan hasil paduan jamur tiram dan Yoghurt ini lebih
segar jika disajikan dengan kondisi dingin, jadi dapat disimpan dalam lemari
es. Jika ingin lebih manis hasil olahan jamur tiram dan Yoghurt ini dapat ditambahkan
dengan gula, dan untuk penderita diabetes bisa memakai gula jagung yang rendah
kalori.
Dengan mengkonsumsi olahan paduan jamur tiram
dan Yoghurt ini 2 – 3 kali sehari diharapkan perpaduan antara Yoghurt yang kaya
akan protein/vitamin/mineral, dan Lovastatin yang ada dalam kandungan jamur
tiram dapat menurunkan kadar serum kolesterol, LDL, trigliserol dan HDL dalam darah, sehingga dapat segera mengatasi hiperkolesterolemia yang disebabkan oleh karena akumulasi kolesterol dan lipid pada dinding
pembuluh darah, yang merupakan faktor primer penyebab penyakit Arterosklerosis, jantung koroner dan
serangan jantung.
INFO BUDI DAYA JAMUR
Nirwanajamur adalah usaha Budi Daya Jamur Tiram yang berlokasi di daerah Cimande,
berada pada ketinggian 800 M dpl yang berudara sejuk dengan temperature
250 C. Lokasi tepatnya ada pada desa Babakan, Kel. Cimande Kec. Caringan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Usaha ini mengkhususkan pada budi daya jamur tiram putih (Pleurotus Ostreatus) dan jamur kuping ( Auricularia Yudae ) saja, yang telah dirintis melewati masa 6 tahun lebih.
Dalam menekuni budi daya jamur ini juga melayani pemesanan Baglog (media tanam jamur yang siap tumbuh) serta penyediaan bibit/benih (F1 & F2).

Sejalan
dengan meningkatnya aktivitas kediatan usaha budi daya jamur, kerja
sama dan bermitra usaha dengan para pembudi daya jamur lain adalah
penting. Mitra kerja sama ini mengupayakan penyediaan benih jamur dan
mengadakan pelatihan budi daya jamur bagi yang ingin memulai budi daya
jamur.
MEMULAI USAHA BUDI DAYA JAMUR
Sering kali kita sulit menentukan pilihan dalam menekuni usaha apa yang akan kita jalani, hal ini terpikirkan apabila kita sudah tidak lagi bekerja atau sulit mendapatkan pekerjaan. Budi daya jamur dapat menjadi alternatif pilihan dalam menentukan pilihan usaha, karena di dalam usaha budi daya jamur penanganannya sangat mudah, tidak memerlukan lahan yang terlalu luas, modal yang yang dikeluarkan juga relatip tidak besar dan permintaan jamur di pasar saat ini masih belum terpenuhi sehingga pangsa pasarnya masih terbuka lebar.
PERHITUNGAN BUDI DAYA JAMUR :
Investasi kumbung (5 m X 6 m) @ Rp. 200.000/M2
|
Rp.6.000.000
|
Peralatan (sprayer,gunting/pisau,keranjang,sapu dll)
|
Rp.500.000
|
Pengadaan 3.000
baglog @ Rp.2.500
|
Rp 7.500.000
|
Harga jamur tiram di tingkat pengecer
|
Rp. 10.000,-
|
1 baglog menghasilkan 5 ons jamur/periode 3 bln
|
|
Hasil yg dicapai 3.000 log X 0,5 kg = 1,5 ton X
Rp.10.000
|
Rp.15.000.000
|
Laba kotor : RP. 15.000.000 – Rp.7.500.000
|
Rp.7.500.000
|
Tenaga kerja (1 orang)= Rp.500.000 x 3 bln
|
Rp.1.500.000
|
Penyusutan = (Rp 6.500.000 : (12 x 5) x 3
|
Rp.325.000
|
Total biaya dan penyusutan
|
Rp 1.825.000
|
Laba bersih = Rp
7.500.000 - Rp 1.825.000
|
Rp.5.675.000
|
B/C Ratio = Rp 15.000.000 : (Rp.7.500.000 +
Rp.1.825.000)
|
1.60
|
BEP = (Rp.7.500.000 + Rp.1.825.000) : Rp 10.000
|
932 kg
|
BEP
tercapai apabila produksi panen dicapai
|
932 kg
|
ROI = Rp 5.675.000 : (Rp.7.500.000 + Rp.1.825.000)
|
60 %
|
Untuk rutinitas dan
peningkatan hasil panen, sebaiknya pengisian baglog dilakukan secara bertahap,
untuk pengisian pertama bisa 3.000 baglog dulu, dan selanjutnya dapat ditambah
lagi 3.000 baglog pada bulan berikutnya hingga terpenuhi 3.000 baglog dalam 3
minggu
Sebagai gambaran, jika jumlah
baglog yang diisi ke kumbung 3.000 log dan hasil petik jamur 1 ons/ log maka
jumlah panen = 1.500 kg (untuk masa panen 3 bulan).
Untuk memaksimalkan
hasil, perawatan-kebersihan dan kelembaban harus tetap terjaga, untuk itu
sangat diperlukan tenaga kerja yang tekun, disiplin tinggi dan kejujuran.
Bagi yang ingin menekuni
usaha jamur tiram, kami sarankan untuk memulai dengan budi daya menumbuhkan
jamur dahulu yang berorientasi pada pembesaran/ pertumbuhan jamur yakni dengan cara membeli baglog sebelum memulai
berproduksi baglog sendiri, sebab dalam budi daya (growing) nanti nya akan
memperoleh banyak ilmu dalam menangani seluk beluk pertumbuhan jamur, mulai
dari kebersihan baglog/ kumbung sampai pada penanganan hama penyakit dll.
Dalam tahap awal ini tidak diperlukan banyak karyawan, cukup 1- 2 orang saja yang bertugas menjaga kebersihan, penyiraman dan pemetikan jamur yang dilakukan setiap hari. Kebersihan mutlak diperlukan, karena dalam budi daya jamur dituntut harus higienis, sehingga diperlukan tenaga kerja yang terampil dan tekun dalam merawat baglog, yang tugas sehari-harinya menangani mengenai kebersihan serta menjaga kelembaban di ruang pertumbuhan (kumbung)
Manfaat usaha budi daya jamur :
- Mengisi waktu dengan aktivitas positip dengan kegiatan yang tidak menyita tenaga dan waktu.
- Menjaga kesehatan dengan kegiatan/ aktivitas menjaga kebersihan kumbung dan kelembaban ruangan dengan penyiraman air dan pemanenan jamur yang dilakukan tiap hari. Hal ini sangat menyenangkan.
- Memperoleh pendapatan dari hasil usaha budi daya jamur.
PRODUKSI BAGLOG - PERTUMBUHAN DAN PERAWATAN JAMUR TIRAM
Cara budi
daya jamur yang lazim dijumpai adalah dengan menempatkan baglog (media
tumbuh jamur) ke dalam kumbung yang terbuat dari bambu.
Bangunan
ini bisa merupakan bangunan semi permanen dengan dinding dari bilik
bambu yang terdapat lubang-lubang kecil yang berfungsi agar dapat
memberikan sirkulasi udara yang memadai. Bangunan ini
paling ekonomis dan cocok diperuntukkan bagi budidaya jamur tiram
karena dapat menjaga kelembaban optimal yang dibutuhkan untuk
pertumbuhan jamur tiram.
Kumbung
juga bisa dibuat dari bahan paranet plastik yang mempunyai banyak lubang
juga baik digunakan, karena dapat memberikan sirkulasi udara yang
diperlukan untuk pertumbuhan jamur, akan tetapi biaya yang dibutuhkan
tentu akan semakin mahal.
Secara garis besar gambaran kumbung dapat dilihat dari bambar dibawah ini.
Bangunan
tiang dan dinding terbuat dari bambu, sedangkan atap bisa dibuat dari
asbes atau plastik terpal. Untuk penempatan baglog rak bisa dibuat susun
3 atau 4, yang masing-masing ketinggian rak jaraknya 45 Cm, penempatan
baglog bisa disusun secara vertikal (berdiri). Cara ini lazim digunakan
untuk budi daya jamur karena dengan posisi tegak diperoleh pertumbuhan
yang baik. Selain dengan cara berdiri, susunan baglog bisa juga dengan
cara menyusun baglog secara bertumpuk (posisi baglog tidur), dengan cara
ini baglog ditumpuk 3 – 4 tumpukan, dengan cara ini dapat diperoleh
lebih banyak baglog didalam rak
Contoh kumbung dan rak berikut baglog yang sudah ditumbuhi jamur
Di dalam gambar dapat dilihat cara penempatan baglog
secara vertikal dan horizontal. Untuk budi daya jamur dengan posisi rebah/
tidur penempatan baglog dapat ditumpuk dengan 3 – 4 tumpukan dengan posisi
bertolak belakang. Manfaat dengan cara ini adalah baglog dapat lebih banyak
ditempatkan dalam kumbung, perawatan baglog lebih mudah dibersihkan dan air
tidak tergenang dalam baglog sehingga baglog tidak cepat membusuk.
Pertumbuhan dan produksi jamur sangat dipengaruhi kondisi
lingkungan, sehingga perawatan dalam semua tahapan budidaya sangat menentukan
keberhasilan. Perawatan dilakukan dengan
cara membersihkan permukaan baglog dengan cara menyapu dengan kuas atau sapu
kecil, tujuannya agar hama tidak mengganggu pertumbuhan buah jamur.
Untuk memacu produksi jamur, perawatan harus dilakukan sejak awal dengan baik, seperti kebersihan dan pengaturan kelembaban di dalam kumbung.
Satu siklus hidup jamur tiram putih bisa dicapai selama 2—3 bulan. Dalam satu periode panen (90 hari), umumnya petani sudah bisa kembali modal. Sedangkan kumbung bisa bertahan hingga lima tahun dengan perbaikan ringan di bagian rak baglog dan dinding yang terbuat dari bambu.
Untuk
tips usaha jamur sebagai pemula sebaiknya menyediakan sekitar 3.000
baglog dulu, dan hanya berkonsentrasi pada pembesaran (grower) saja.
Setelah mengetahui seluk-beluk budidaya jamur, petani dapat mulai
belajar membuat baglog sendiri, bibit bisa dibeli pada sumber yang telah
dipercaya kualitasnya.
Modal
untuk membangun kumbung ukuran 5 m x 6 m sekitar Rp.6juta. Biaya
pengadaan baglog dalam 1 kumbung bisa diisi 3.000 baglog, minimal
senilai Rp.6 juta. Sehingga setidaknya
perlu modal awal Rp.12 juta. Modal bisa disiasati, misalnya dengan
menyewa kumbung, atau memanfaatkan bekas kandang ayam/kandang sapi yang
tidak terpakai lagi.
Kalau
dikelola dengan baik, modal untuk pembelian baglog dalam satu tahun
sudah kembali modal. Sedangkan balik modal untuk biaya investasi
(kumbung), sekitar 2—3 tahun.
Untuk rutinitas dan
peningkatan hasil panen, sebaiknya pengisian baglog dilakukan secara bertahap,
untuk pengisian pertama bisa 3.000 baglog dulu, dan selanjutnya dapat ditambah
lagi 3.000 baglog pada bulan berikutnya hingga terpenuhi 3.000 baglog dalam 3
minggu
Sebagai gambaran, jika jumlah
baglog yang diisi ke kumbung 3.000 log dan hasil petik jamur 1 ons/ log maka
jumlah panen = 1.500 kg (untuk masa panen 3 bulan).
Persiapan yang
dilakukan dalam budi daya jamur meliputi :
1. Bentuk dan ukuran
bangunan kumbung disesuaikan dengan kebutuhan dan kapasitas baglog dalam
kumbung. Untuk kebutuhan sekitar 1000 – 2.000 buah log diperlukan bangunan
dengan ukuran 3m x 4m. Bahan bangunan yang diperlukan berupa kayu kaso, bambu
dan asbes atau daun rumbia/ kirai sebagi atapnya.
2. Pemeliharaan dalam
proses pertumbuhan jamur harus memperhatikan faktor kelembaban dan lingkungan. Selama masa inkubasi pertumbuhan
miselium temperatur diatur antara 28’-30’C.
Sedangkan untuk pertumbuhan buah jamur sampai pametikan jamur,
temperatur diatur antara 25’-28’C. Selama proses pertumbuhan jamur, kelembaban
udara diatur sekitar 90% karena kalau kurang maka pertumbuhan buah jamur kurang
baik, substrat tanam akan mongering dan buah jamur kurang maksimal. Agar supaya
kelembababan tetap terjaga maka lantai ruang pertumbuhan sebaiknya disiram
dengan air pada saat pagi dan sore hari. Di dalam proses pemeliharaan ini yang
sangat diperlukan adalah air yang akan digunakan untuk
menjaga kelembaban, selain dari pada itu diperlukan juga alat-alat seperti
selang air, sprayer dan pompa air, sedangkan gunting, pisau keranjang dan sapu
dipergunakan untuk membersihkan baglog dalam masa pemanenan
Dalam masa inkubasi maupun pertumbuhan sering kali
dijumpai adanya kehadiran jamur asing/ liar yang tidak dikehendaki yang
mengakibatkan tergangunya pertumbuhan miselium di dalam substrat media tanam,
hal ini ditandai dengan tumbuhnya miselium jamur berwarna hijau, hitam atau kuning
yang biasanya disebut oncom. Untuk menghindari hal ini maka baglog substrat
media tanam harus segera
dipisahkan, dikeluarkan dan segera
dibuang jauh-jauh atau dibakar.
Pada pertumbuhan tubuh buah awal ditandai dengan
munculnya bintik-bintik atau tonjolan yang berwarna putih yang sering disebut primordia, yang makin lama semakin
membesar yang nantinya akan membentuk pinhead
dan selanjutnya tumbuh buah jamur. Dalam proses pertumbuhan buah jamur, cincin
bambu/pralon dan kapas/kertasnya dapat segara dibuka agar media mendapat
oksigen sehingga selang 3 -7 hari buah jamur dapat segera muncul. Buah jamur dapat dipetik 3 hari setelah
munculnya pinhead, pertumbuhan buah pertama dan kedua memerlukan waktu 7 – 10 hari. Pada masa pertumbuhan ini perlu dijaga
kebersihan baglog dengan cara penyapu dengan kuas dan menurunkan permukaan
plastik baglog. Dalam 1 periode
pemanenan dapat dicapai minimal 4 - 5 kali pemetikan dalam tempo kurang dari 4
bulan dan selanjunya apabila baglog sudah tidak berproduksi lagi dan ingin
diganti dengan baglog yang baru sebaiknya ruang kumbung diistirahatkan/dikosongkan selama 1 minggu
dulu untuk dilakukan sterilisasi dengan membersihkan ruangan bangunan/rak dan
peralatan lainnya agar supaya terbebas dari hama.MASA PANEN JAMUR TIRAM
Pemanenan jamur dilakukan dengan cara memetik
(tidak dengan mencabut) seluruh buah jamurnya dan tidak disisakan, bekas pemetikan yang tersisa di permukaan baglog
dibersihkan dari kotoran yang menempel dengan kuas atau sapu lunak. Apabila
buah jamur disisakan maka baglog atau media tanam akan cepat busuk dan buah
jamur akan susah lagi mau tumbuh. Ujung kantong plastik baglog diturunkan ke bawah atau dipotong agar
baglog mendapat oksigen dan jamur akan cepat tumbuh lagi. Hasil buah jamur
tergantung pada kandungan nutrisi substrat tanam, bibit jamur, kelembaban serta
kebersihan selama pemeliharaan.
Pemanenan buah jamur dapat dilakukan antara 4 – 6 kali dan jumlah hasil
panen jamur permusim dapat dicapai 400 - 600 gram, sedangkan berat substrat
tanam adalah 1,5 kg. Dengan nilai REB
(Rasio Efisinensi Biologi adalah 60. dimana semakin tinggi nilai REB, maka
semakin baik pula budi daya jamur tersebut.
PEMASARAN JAMUR TIRAM :
Jamur Tiram sering
dijumpai di pasar tradisional maupun supermarket yang penjualannya seringkali
dipasarkan dalam bentuk segar dan selalu cepat habis terjual dalam waktu
singkat, hal ini dikarenakan jamur tiram banyak diminati dan sudah mulai
populer di masyarakat yang mengolahnya menjadi beberapa jenis masakan yang
selain lezat rasanya juga manfaat gizinya bagi kesehatan. Jamur tiram juga
sebagai alternatip makanan pengganti daging yang sangat baik bagi penderita
gangguan kolesterol dan para vegetarian.
Pemasaran jamur tiram umumnya dijual dalam kemasan kantung plastik dalam
kemasan 0,25 kg sampai dengan jumlah
penjualan kiloan yang konsumennya mulai dari rumah tangga sampai dengan rumah
makan (warteg dan restoran) dan hotel.
Untuk tips pemasaran,
sebaiknya dilakukan penjualan ke tingkat user/konsumen rumah tangga di sekitar
lokasi dahulu, jangan langsung ke pengecer di pasar kalau jumlah panen masih
sedikit (dibawah 10 kg).
Penjualan sebaiknya dilakukan ke rumah makan/
warteg dahulu, perkenalkan jamur dengan memberi sample 2 ons ke setiap calon
pembeli (rumah makan/warteg). Biasanya warung makan/warteg menyediakan menu
masakan jamur dengan pembelian 1 – 2 kg/hari, tawarkan dengan harga 10.000 –
12.000/kg. Untuk penjualan ke tingkat
rumah tangga sebaiknya dilakukan pengemasan yang menarik dengan kemasan plastik
isi 0.25 kg/ kantong dengan harga Rp.3.000 – Rp.4.000/ kantong. Jika ingin dijual dalam bentuk masakan akan
diperoleh keuntungan penjualan yang lebih tinggi, hasil jamur dapat diolah
menjadi beberapa masakan seperti pepes, bakwan atau keripik jamur.
Harga jamur usahakan stabil pada tingkat harga
10.000/kg dan penjualan langsung pada tingkat pengguna, sehingga karyawan
dituntut lebih aktif dalam melakukan aktivitas pemasaran. Lakukan survey dan
perkenalkan jamur pada setiap rumah makan di sekitar lokasi, setiap outlet
dilakukan pendataan sehingga dapat diketahui berapa pasokan/permintaan jamur
setiap harinya.
Dengan melakukan cara-cara
tersebut harga jamur diharapkan dapat stabil dan keuntungan penjualan menjadi
lebih baik.
PELUANG USAHA BUDI DAYA JAMUR
Sering
kali kita sulit menentukan pilihan dalam menekuni usaha apa yang akan
kita jalani, hal ini terpikirkan apabila kita sudah tidak lagi bekerja
atau sulit mendapatkan pekerjaan. Budi daya jamur dapat menjadi
alternatif pilihan dalam menentukan pilihan usaha, karena di dalam usaha
budi daya jamur penanganannya sangat mudah, tidak memerlukan lahan yang
terlalu luas, modal yang yang dikeluarkan juga relatip tidak besar dan
permintaan jamur di pasar saat ini masih belum terpenuhi sehingga pangsa
pasarnya masih terbuka lebar.
Bahan
baku yang dipergunakan sangat mudah didapatkan dalam bentuk limbah,
seperti serbuk dari hasil penggergajian kayu dan dedak/bekatul. Waktu
dan proses yang dicapai dari saat pengolahan bahan baku, penanaman bibit
sampai dengan pemanenan sangat singkat, biaya yang diperlukan untuk
usaha budi daya ini juga relatip tidak banyak dan hasil perputaran modal
cukup cepat.
PRODUKSI BAGLOG
PRODUKSI BAGLOG
PROSES PRODUKSI BAGLOG PADA BUDI DAYA JAMUR TIRAM (PLEUROTUS SPP) :
- Mempersiapkan bahan-bahan spt. : serbuk gergajian kayu, dedak (bekatul), kapur (CaCO3) dan gips (CaSO4).
- Membuat substrat/media tumbuh dengan dengan perbandingan : 5-15 % dedak, 2% kapur (CaCO3), 2% gyps (CaSO4) dan air bersih, diaduk merata dengan kadar air substrat 65%, pH 7.
- Bahan-bahan ini kemudian difermentasikan selama 3 hari.
- Distribusikan substrat ini ke dalam baglog/ plastik polipropilen yang dipadatkan serta diikat rapat dengan tali plastik/rafia
- Sterilisasi/pasteurisasi atau penyuci hamaan substrat/media ke dalam drum dengan suhu media di dalam baglog 95-120 derajat C selama 8 jam. Tujuannya adalah untuk mematikan unsur mikroba yang hidup dalam media/ substat supaya jamur yang ditanam dapat tumbuh dengan baik dan tidak terganggu pertumbuhannya.
- Proses pendinginan
- Inokulasi, yakni menanamkan benih jamur tiram ke dalam substrat/media di ruang inokulasi yang steril dari mikroba lain. Cara inokulasi bibit dapat ditebar di permukaan baglog lalu ditutup dengan menggunakan kapas/ kertas dan diikat dengan karet gelang.
- Proses inkubasi baglog di dalam ruang inkubasi dengan suhu 28-30’ selama 30-40 hari sampai miselium menutupi seluruh permukaaan baglog
- Baglog substrat dibuka dengan membuka cincin dan kapas/kertas supaya banyak mendapat oksigen sehingga buah jamur dapat segera cepat tumbuh Pada masa pertumbuhan jamur tiram, baglog ditempatkan di rak di dalam kumbung/rumah jamur, dengan cara disusun bertumpuk secara rebah atau berdiri. Pengembunan dengan cara penyiraman dengan air bersih perlu dilakukan untuk mendapat kelembaban agar supaya jamur bisa tumbuh.
- Pada masa pertumbuhan jamur tiram, baglog ditempatkan di rak di dalam kumbung/rumah jamur, dengan cara disusun bertumpuk secara rebah atau berdiri. Pengembunan dengan cara penyiraman dengan air bersih perlu dilakukan untuk mendapat kelembaban agar supaya jamur bisa tumbuh.
Beberapa masalah yang sering timbul dan dihadapi para pembudi daya jamur :
1. Mesilium mati atau gagal untuk berkembang, hal ini dapat disebabkan :
Ø Air yang digunakan untuk pengadukan/fermentasi kurang bersih/tercemar (kadar besi yang tinggi)
Ø Serbuk
kayu yang digunakan sebagai substrat media kurang baik/tercemar
minyak/bahan kimia : seleksi serbuk gergajian kayu yang tidak tercemar
minyak saat penggergajian.
Ø Sterilisasi kurang sempurna : pastikan sterilisasi selama 7-8 jam
Ø Baglog media tanam/baglog masih panas : dinginkan media (30’)baru inokulasi benih.
Ø Kualitas
bibit kurang baik : Usahakan memperoleh bibit F2 yang terbaik (media
biji jagung) pada sumber yang sudah dipercaya kualitasnya
Ø Kadar air terlalu tinggi : Pastikan kadar air dengan genggaman
2. Mesilium tumbuh, tapi buah jamur tidak tumbuh :
Ø Formula media kurang baik : ubah formula, periksa pH, serbuk kayu dan nutrisi
Ø Media tercemar hama, virus, bakteri : periksa proses pengovenan, proses inokulasi dan kebersihan kumbung/ ruang pertumbuhan
Ø Kualitas
bibit kurang baik : Usahakan memperoleh bibit F2 yang terbaik (media
biji jagung) pada sumber yang sudah dipercaya kualitasnya
3. Pertumbuhan jamur kurang normal
Ø Kurangnya mendapat pencahayaan mempengaruhi pertumbuhan buah jamur yang kurang normal : pengaturan sinar matahari yang masuk
Ø Sirkulasi
udara kurang : sirkulasi udara di ruang pertumbuhan sangat dibutuhkan
untuk pertumbuhan jamur, kumbung diberi jendela/lubang
Ø Kualitas
bibit kurang baik : Usahakan memperoleh bibit F2 yang terbaik (media
biji jagung) pada sumber yang sudah dipercaya kualitasnya
4. Pertumbuhan miselium kurang sempurna, warna kurang cerah/pucat dan cenderung belang-belang
Ø Proses pengadukan kurang homogen : usahakan pengadukan lebih rata
Ø Kurang cukup fermentasi
Ø Kualitas
bibit kurang baik : Usahakan memperoleh bibit F2 yang terbaik (media
biji jagung) pada sumber yang sudah dipercaya kualitasnya
5. Pertumbuhan jamur kurang (kecil), pembuahan kedua gagal/ tidak tumbuh
Ø Formula campuran media kurang tepat, penambahan nutrisi dedak perlu ditambah
Ø Kurang cukup fermentasi
Ø Kualitas
bibit kurang baik : Usahakan memperoleh bibit F2 yang terbaik (media
biji jagung) pada sumber yang sudah dipercaya kualitasnya
6. Buah jamur rusak/kurang berbobot :
Ø Kelembaban dalam ruang pertumbuhan kurang akan berdampak buah jamur cepat rusak dan menguning/ kering
Ø Pemetikan terlalu tua, jamur cenderung pecah-pecah menguning
Ø Curah
hujan yang tinggi mengakibatkan kelembaban yang tinggi sehingga jamur
cenderung basah : usahakan pemetikan sejak awal dan ditiriskan ke kertas
koran dahulu
7. Buah jamur diserang hama ulat :
Ø Serangan
hama ulat yang bersarang dalam media, jamur dijangkiti ulat : usahakan
menjaga kebersihan dalam kumbung dengan sering membersihakan media
baglog menggunakan kuas/sapu kecil agar terhindar dari hama lalat kecil
yang bertelor dalam media.
Ø Sterilisasi kurang sempurna, sehingga ulat/ hama belum mati : usahakan sterilisasi selama 7 – 8 jam
Ø Pemakaian bibit yang sudah tercemar hama. Usahakan memperoleh bibit F2 yang terbaik (media biji jagung) pada sumber yang sudah dipercaya kualitasnya.
8. Penyemprotan media dengan larutan bawang (hindari pemakaian insektisida)