Jumat, 30 November 2012

BUDIDAYA JAMUR TIRAM




Jamur Tiram (Pleurotus Ostreatus) atau dalam bahasa Inggris disebut Oyster mushroom adalah sejenis jamur yang mempunyai todung yang bentuknya menyerupai kulit kerang dan berwarna putih dengan permukaan todung yang mengkilap licin dan halus. Jamur Tiram digemari masyarakat karena rasanya sangat lezat dan mempunyai khasiat yang sangat baik untuk kesehatan, selain itu juga mengandung nilai gizi yang tinggi dan bermacam kandungan vitamin serta Asam Amino Esensial. Oleh karena itu jamur tiram yang merupakan sumber makanan pengganti daging juga dapat dikonsumsi sebagai obat. Di Jepang jamur tiram yang disebut Hiratake dipakai sebagai obat, sangat baik untuk pasien diabetes, kolesterol, hypertensi dan membantu pencernaan. Jamur tiram mengandung nilai nutrisi yang cukup baik, kaya dengan vitamin, mineral, rendah karbohidrat dan lemak. Oleh karena kandungan hidrat arang dan lemak yang rendah itulah, jamur tiram sangat baik terutama bagi penderita darah tinggi, diabetes, kolesterol, obesitas dan asam urat dimana jenis sayuran dan kacang-kacangan termasuk jenis makanan yang perlu dibatasi/dihindari.
Jamur Tiram seperti yang biasa kita jumpai banyak tumbuh di alam, di pohon atau kayu-kayu yang sudah lapuk, jamur ini hidup baik pada tempat-tempat yang lembab dengan kisaran suhu sekitar 25-30° C.

Dalam perkembangan zaman saat ini jamur tiram sudah dapat dikembangkan dengan membudi dayakan dengan memanfaatkan limbah gergajian kayu sebagai bahan media tanamnya. Serbuk kayu ini diolah dengan bahan-bahan lain seperti dedak dan kapur yang dicampur dan dikemas dalam kantong plastik, disterilisasi dan selanjutnya ditanami benih jamur tiram yang disebut dengan Baglog. Baglog atau media tumbuh jamur ini selanjutnya ditumbuhkan di dalam ruang atau bangunan khusus pertumbuhan jamur yang sering disebut dengan Kumbung atau rumah jamur.

Jamur Tiram dari hasil pembudidayaan sebagian dapat dijumpai di pasar tradisional dan supermarket, akan tetapi masih dalam jumlah terbatas, dan sampai dengan saat ini permintaan jamur tiram di pasar masih belum bisa terpenuhi. Dengan semakin meningkatnya permintaan jamur tiram segar di pasar lokal maupun supermarket maka budi daya jamur tiram merupakan suatu peluang usaha baru bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha budi daya jamur di sektor pertanian. Pangsa pasar untuk produk budi daya jamur tiram masih terbuka lebar, karena kebutuhan konsumen akan jamur terus naik, sementara yang budi daya jamur tiram jumlahnya masih terbatas.

Budi daya jamur memiliki prospek yang sangat cerah untuk dibudi dayakan dan dikembangkan, hal ini dikarenakan karena usaha ini tidak memerlukan lahan yang terlalu luas. Bahan baku yang dipergunakan adalah dari hasil limbah dari penggergajian kayu dan dedak/bekatul yang mudah didapatkan. Biaya dan waktu yang dicapai dari saat tanam bibit sampai pemanenan yang diperlukan relatip tidak banyak, sehingga usaha budi daya jamur ini bisa dikatakan mempunyai kemampuan perputaran uang yang relatip lebih cepat.

BUDI DAYA JAMUR TIRAM DAN PELUANGNYA
Budi daya jamur memiliki prospek yang sangat cerah untuk dibudi dayakan dan dikembangkan, hal ini dikarenakan karena usaha ini tidak memerlukan lahan yang terlalu luas. Bahan baku yang dipergunakan adalah dari hasil limbah dari penggergajian kayu dan dedak/bekatul dari hasil penggilingan padi yang mudah didapatkan. Biaya dan waktu yang dicapai dari saat tanam bibit sampai pemanenan yang diperlukan relatip tidak banyak, sehingga usaha budi daya jamur ini bisa dikatakan mempunyai kemampuan perputaran modal yang relatip lebih cepat.

BUDI DAYA JAMUR TIRAM DAN PENANGANANNYA
Pertumbuhan dan produksi jamur sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan, sehingga perawatan dalam semua tahapan di dalam budi daya jamur sangat penting. Untuk memacu produksi, perawatan harus dilakukan sejak awal dengan baik, seperti kebersihan dan menjaga kelembaban di dalam ruang pertumbuhan. Budi daya jamur sangat memerlukan penanganan khusus dimulai dari pengolahan/produksi baglog sampai dengan perawatannya dalam proses pertumbuhannya harus selalu bersih, karena jamur sangat rentan dengan gangguan hama penyakit dan kondisi perubahan suhu/cuaca, oleh karena itu dalam menangani budi daya jamur diperlukan ketekunan-keuletan dan kesabaran ekstra dalam mengerjakannya.

Faktor terpenting yang harus diperhatikan dalam budidaya jamur tiram ini selain dengan masalah kebersihan juga faktor aplikasi bibit unggul yang meliputi teknlogi produksi bibit (kultur murni, bibit induk, bibit sebar), teknologi produksi baglog (media tumbuh/substrat) serta pemeliharaan dan cara panen jamur tiram.

Hal lain yang perlu diperhatikan dalam memulai budi daya jamur tiram adalah faktor sumber bahan baku untuk substrat tanam, sumber bibit dan persarataan lingkungan seperti : sumber air, suhu dan kelembaban yang mempengaruhi pertumbuhan jamur nantinya. Ruang pertumbuhan jamur atau kumbung adalah tempat untuk menumbuhkan jamur yang dirancang agar tercipta suasana yang sejuk/ lembab dan mendapatkan sirkulasi udara yang memadai, sehingga biasanya rumah jamur ini dindingnya terbuat dari bahan kayu seperti bambu dan atapnya terbuat dari daun rumbia.




Contoh budi daya jamur tiram








MANFAAT JAMUR TIRAM SEBAGAI PENURUN KOLESTEROL :
Pada cendawan Aspergillus terreus dan berbagai cendawan genus Pleurotus seperti P.sapidus, P.erynggi, P.cornucopial dan P.Ostreatus (jamur tiram) telah ditemukan mengandung Lovastatin.
Lovastatin diperoleh antara lain melalui fermentasi dari jamur berfilamen khususnya dari kelas Basidiomycetes. Lovastatin sebagai agen anti hiperkolesterolemia mampu menurunkan kadar serum kolesterol, LDL, trigliserol dan VLDL dalam darah (Albert, 1989)
Serat Lovastatin yang ada dalam Jamur Tiram (Pleurotus Ostreatus) ini menghambat penggabungan Asetat menjadi Kolesterol.  Lovastatin adalah turunan asam mevinat yang merupakan zat anti lemak, senyawa ini menghambat penggabungan asetat menjadi kolesterol, sedangkan serat dapat mengikat asam empedu dan diekskresi melalui tinja.  Kasiat jamur Tiram dapat menurunkan lemak dalam darah, menurunkan kadar kolesterol hingga 41,7%. Lovastatin dan serat dalam jamur tiram dapat menurunkan konsentrasi lemak dalam darah, memperbaiki kinerja pencernaan, menghilangkan alergi dan melancarkan sirkulasi darah.
Jamur tiram juga banyak mengandung mineral dimana kandungan mineral mikroelemennya bersifat logam sangat rendah. Mineral utamanya kalium, fosfor, natrium, kalsium, dan magnesium, manfaatnya antara lain untuk antiviral, antikanker, dan penurun kadar kolestrerol. Dari jamur tiram ditemukan beta-glukan sebagai senyawa imunomodulator yang meningkatkan kekebalan tubuh, selain manfaat-manfaat lainnya yang juga menguntungkan bagi kesehatan.  Senyawa beta-glukan bisa dimanfaatkan untuk bahan minuman yang dapat dipadukan dengan berbagai jenis buah-buahan. Jamur tiram juga dapat dipadukan dengan susu fermentasi seperti Yoghurt.  Yoghurt adalah susu yang dibuat dari susu sapi melalui fermentasi bakteri, fermentasi gula susu (laktosa) menghasilkan asam laktat.  Yoghurt kaya akan protein, beberapa vitamin B, dan mineral.  Perpaduan Yoghurt dan jamur tiram sangat baik untuk kesehatan karena jika dipadukan dengan beta-glukan dari jamur tiram dapat sebagai imunostimulan dan penurun kolesterol

RAMUAN JAMUR TIRAM UNTUK KOLESTEROL :
Jamur tiram dibersihan dan dipotong kecil-kecil dan direbus dalam air mendidih, rebusan jamur tiram didinginkan sampai suhu normal, campurkan dengan Yogrurt 1 botol, aduk hingga air rebusan jamur tiram dan Yoghurt betul-betul rata dan diamkan dalam suhu normal dalam 1 hari agar terfermentasi.
Olahan hasil paduan jamur tiram dan Yoghurt ini lebih segar jika disajikan dengan kondisi dingin, jadi dapat disimpan dalam lemari es. Jika ingin lebih manis hasil olahan jamur tiram dan Yoghurt ini dapat ditambahkan dengan gula, dan untuk penderita diabetes bisa memakai gula jagung yang rendah kalori. 
Dengan mengkonsumsi olahan paduan jamur tiram dan Yoghurt ini 2 – 3 kali sehari diharapkan perpaduan antara Yoghurt yang kaya akan protein/vitamin/mineral, dan Lovastatin yang ada dalam kandungan jamur tiram dapat menurunkan kadar serum kolesterol, LDL, trigliserol dan HDL dalam darah, sehingga dapat segera mengatasi hiperkolesterolemia yang disebabkan oleh karena akumulasi kolesterol dan lipid pada dinding pembuluh darah, yang merupakan faktor primer penyebab penyakit Arterosklerosis, jantung koroner dan serangan jantung.

Hasil olahan jamur dan Yoghurt



INFO BUDI DAYA JAMUR

Nirwanajamur adalah usaha Budi Daya Jamur Tiram yang berlokasi di daerah Cimande, berada pada ketinggian 800 M dpl yang berudara sejuk dengan temperature 250 C. Lokasi tepatnya ada pada desa Babakan, Kel. Cimande Kec. Caringan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Usaha ini mengkhususkan pada budi daya jamur tiram putih (Pleurotus Ostreatus) dan jamur kuping ( Auricularia Yudae ) saja, yang telah dirintis melewati masa 6 tahun lebih.
Dalam menekuni budi daya jamur ini juga melayani pemesanan Baglog (media tanam jamur yang siap tumbuh) serta penyediaan bibit/benih (F1 & F2).



Sejalan dengan meningkatnya aktivitas kediatan usaha budi daya jamur, kerja sama dan bermitra usaha dengan para pembudi daya jamur lain adalah penting. Mitra kerja sama ini mengupayakan penyediaan benih jamur dan mengadakan pelatihan budi daya jamur bagi yang ingin memulai budi daya jamur.


MEMULAI USAHA BUDI DAYA JAMUR

Sering kali kita sulit menentukan pilihan dalam menekuni usaha apa yang akan kita jalani, hal ini terpikirkan apabila kita sudah tidak lagi bekerja atau sulit mendapatkan pekerjaan. Budi daya jamur dapat menjadi alternatif pilihan dalam menentukan pilihan usaha, karena di dalam usaha budi daya jamur penanganannya sangat mudah, tidak memerlukan lahan yang terlalu luas, modal yang yang dikeluarkan juga relatip tidak besar dan permintaan jamur di pasar saat ini masih belum terpenuhi sehingga pangsa pasarnya masih terbuka lebar.
Bahan baku yang dipergunakan sangat mudah didapatkan dalam bentuk limbah, seperti serbuk dari hasil penggergajian kayu dan dedak/bekatul. Waktu dan proses yang dicapai dari saat pengolahan bahan baku, penanaman bibit sampai dengan pemanenan sangat singkat, biaya yang diperlukan untuk usaha budi daya ini juga relatip tidak banyak dan hasil perputaran modal cukup cepat.
 

Sebagai gambaran bisa dijelaskan gambaran mengenai perhitungan budi daya jamur dibawah ini.

PERHITUNGAN BUDI DAYA JAMUR :
Investasi kumbung (5 m X 6 m) @ Rp. 200.000/M2
Rp.6.000.000
Peralatan (sprayer,gunting/pisau,keranjang,sapu dll)
Rp.500.000
Pengadaan 3.000 baglog  @ Rp.2.500
Rp 7.500.000
Harga jamur tiram di tingkat pengecer
Rp. 10.000,-
1 baglog menghasilkan 5 ons jamur/periode 3 bln

Hasil yg dicapai 3.000 log X 0,5 kg = 1,5 ton X Rp.10.000
Rp.15.000.000
Laba kotor : RP. 15.000.000 – Rp.7.500.000
Rp.7.500.000
Tenaga kerja (1 orang)= Rp.500.000 x 3 bln
Rp.1.500.000
Penyusutan = (Rp 6.500.000 : (12 x 5)  x 3
Rp.325.000
Total biaya dan penyusutan
Rp 1.825.000
Laba bersih = Rp   7.500.000 - Rp 1.825.000
Rp.5.675.000
B/C Ratio = Rp 15.000.000 : (Rp.7.500.000 + Rp.1.825.000)
1.60
BEP = (Rp.7.500.000 + Rp.1.825.000) : Rp 10.000
932 kg
BEP tercapai apabila produksi panen dicapai
932 kg
ROI = Rp 5.675.000 : (Rp.7.500.000 + Rp.1.825.000)
60 %

                 
Untuk rutinitas dan peningkatan hasil panen, sebaiknya pengisian baglog dilakukan secara bertahap, untuk pengisian pertama bisa 3.000 baglog dulu, dan selanjutnya dapat ditambah lagi 3.000 baglog pada bulan berikutnya hingga terpenuhi 3.000 baglog dalam 3 minggu
Sebagai gambaran, jika jumlah baglog yang diisi ke kumbung 3.000 log dan hasil petik jamur 1 ons/ log maka jumlah panen = 1.500 kg (untuk masa panen 3 bulan).
Untuk memaksimalkan hasil, perawatan-kebersihan dan kelembaban harus tetap terjaga, untuk itu sangat diperlukan tenaga kerja yang tekun, disiplin tinggi dan kejujuran.
Bagi yang ingin menekuni usaha jamur tiram, kami sarankan untuk memulai dengan budi daya menumbuhkan jamur dahulu yang berorientasi pada pembesaran/ pertumbuhan jamur yakni  dengan cara membeli baglog sebelum memulai berproduksi baglog sendiri, sebab dalam budi daya (growing) nanti nya akan memperoleh banyak ilmu dalam menangani seluk beluk pertumbuhan jamur, mulai dari kebersihan baglog/ kumbung sampai pada penanganan hama penyakit dll.



Dalam tahap awal ini tidak diperlukan banyak karyawan, cukup 1- 2 orang saja yang bertugas menjaga kebersihan, penyiraman dan pemetikan jamur yang dilakukan setiap hari. Kebersihan mutlak diperlukan, karena dalam budi daya jamur dituntut harus higienis, sehingga diperlukan tenaga kerja yang terampil dan tekun dalam merawat baglog, yang tugas sehari-harinya menangani mengenai kebersihan serta menjaga kelembaban di ruang pertumbuhan (kumbung)
Manfaat usaha budi daya jamur :
  1. Mengisi waktu dengan aktivitas positip dengan kegiatan yang tidak menyita tenaga dan waktu.
  2. Menjaga kesehatan dengan kegiatan/ aktivitas menjaga kebersihan kumbung dan kelembaban ruangan dengan penyiraman air dan pemanenan jamur yang dilakukan tiap hari. Hal ini sangat menyenangkan.
  3. Memperoleh pendapatan dari hasil usaha budi daya jamur.
Manfaat bagi kesehatan dan sebagai obat sangat baik karena dengan mengkonsumsi jamur karena jamur banyak mengandung zat yang bergizi tinggi, protein, asam amino, mengandung bahan anti virus dan tumor, mengobati hipertensi, asma dan hepatitis, menurunkan kolesterol darah, menstabilkan kadar gula dalam darah dan merupakan tonik ginjal.



PRODUKSI BAGLOG - PERTUMBUHAN DAN PERAWATAN JAMUR TIRAM

Cara budi daya jamur yang lazim dijumpai adalah dengan menempatkan baglog (media tumbuh jamur) ke dalam kumbung yang terbuat dari bambu.
Bangunan ini bisa merupakan bangunan semi permanen dengan dinding dari bilik bambu yang terdapat lubang-lubang kecil yang berfungsi agar dapat memberikan sirkulasi udara yang memadai. Bangunan ini paling ekonomis dan cocok diperuntukkan bagi budidaya jamur tiram karena dapat menjaga kelembaban optimal yang dibutuhkan untuk pertumbuhan jamur tiram.
Kumbung juga bisa dibuat dari bahan paranet plastik yang mempunyai banyak lubang juga baik digunakan, karena dapat memberikan sirkulasi udara yang diperlukan untuk pertumbuhan jamur, akan tetapi biaya yang dibutuhkan tentu akan semakin mahal.
Secara garis besar gambaran kumbung dapat dilihat dari bambar dibawah ini.
Bangunan tiang dan dinding terbuat dari bambu, sedangkan atap bisa dibuat dari asbes atau plastik terpal. Untuk penempatan baglog rak bisa dibuat susun 3 atau 4, yang masing-masing ketinggian rak jaraknya 45 Cm, penempatan baglog bisa disusun secara vertikal (berdiri). Cara ini lazim digunakan untuk budi daya jamur karena dengan posisi tegak diperoleh pertumbuhan yang baik. Selain dengan cara berdiri, susunan baglog bisa juga dengan cara menyusun baglog secara bertumpuk (posisi baglog tidur), dengan cara ini baglog ditumpuk 3 – 4 tumpukan, dengan cara ini dapat diperoleh lebih banyak baglog didalam rak

Contoh kumbung dan rak berikut baglog yang sudah ditumbuhi jamur

 

Di dalam gambar dapat dilihat cara penempatan baglog secara vertikal dan horizontal. Untuk budi daya jamur dengan posisi rebah/ tidur penempatan baglog dapat ditumpuk dengan 3 – 4 tumpukan dengan posisi bertolak belakang. Manfaat dengan cara ini adalah baglog dapat lebih banyak ditempatkan dalam kumbung, perawatan baglog lebih mudah dibersihkan dan air tidak tergenang dalam baglog sehingga baglog tidak cepat membusuk.         
Pertumbuhan dan produksi jamur sangat dipengaruhi kondisi lingkungan, sehingga perawatan dalam semua tahapan budidaya sangat menentukan keberhasilan.  Perawatan dilakukan dengan cara membersihkan permukaan baglog dengan cara menyapu dengan kuas atau sapu kecil, tujuannya agar hama tidak mengganggu pertumbuhan buah jamur. 

Untuk memacu produksi jamur, perawatan harus dilakukan sejak awal dengan baik, seperti kebersihan dan pengaturan kelembaban di dalam kumbung.
Satu siklus hidup jamur tiram putih bisa dicapai selama 2—3 bulan. Dalam satu periode panen (90 hari), umumnya petani sudah bisa kembali modal. Sedangkan kumbung bisa bertahan hingga lima tahun dengan perbaikan ringan di bagian rak baglog dan dinding yang terbuat dari bambu.
Untuk tips usaha jamur sebagai pemula sebaiknya menyediakan sekitar 3.000 baglog dulu, dan hanya berkonsentrasi pada pembesaran (grower) saja. Setelah mengetahui seluk-beluk budidaya jamur, petani dapat mulai belajar membuat baglog sendiri, bibit bisa dibeli pada sumber yang telah dipercaya kualitasnya.
Modal untuk membangun kumbung ukuran 5 m x 6 m sekitar Rp.6juta. Biaya pengadaan baglog dalam 1 kumbung bisa diisi 3.000 baglog, minimal senilai Rp.6 juta. Sehingga setidaknya perlu modal awal Rp.12 juta. Modal bisa disiasati, misalnya dengan menyewa kumbung, atau memanfaatkan bekas kandang ayam/kandang sapi yang tidak terpakai lagi.
Kalau dikelola dengan baik, modal untuk pembelian baglog dalam satu tahun sudah kembali modal. Sedangkan balik modal untuk biaya investasi (kumbung), sekitar 2—3 tahun.


Untuk rutinitas dan peningkatan hasil panen, sebaiknya pengisian baglog dilakukan secara bertahap, untuk pengisian pertama bisa 3.000 baglog dulu, dan selanjutnya dapat ditambah lagi 3.000 baglog pada bulan berikutnya hingga terpenuhi 3.000 baglog dalam 3 minggu
Sebagai gambaran, jika jumlah baglog yang diisi ke kumbung 3.000 log dan hasil petik jamur 1 ons/ log maka jumlah panen = 1.500 kg (untuk masa panen 3 bulan).
Untuk memaksimalkan hasil, perawatan-kebersihan dan kelembaban harus tetap terjaga, untuk itu sangat diperlukan tenaga kerja yang tekun, disiplin tinggi dan kejujuran.
Bagi yang ingin menekuni usaha jamur tiram, kami sarankan untuk memulai dengan budi daya menumbuhkan jamur dahulu yang berorientasi pada pembesaran/ pertumbuhan jamur yakni dengan cara membeli baglog sebelum memulai berproduksi baglog sendiri, sebab dalam budi daya (growing) nanti nya akan memperoleh banyak ilmu dalam menangani seluk beluk pertumbuhan jamur, mulai dari kebersihan baglog/ kumbung sampai pada penanganan hama penyakit dll. 

Persiapan yang dilakukan dalam budi daya jamur meliputi :
1.   Bentuk dan ukuran bangunan kumbung disesuaikan dengan kebutuhan dan kapasitas baglog dalam kumbung. Untuk kebutuhan sekitar 1000 – 2.000 buah log diperlukan bangunan dengan ukuran 3m x 4m. Bahan bangunan yang diperlukan berupa kayu kaso, bambu dan asbes atau daun rumbia/ kirai sebagi atapnya.
2.   Pemeliharaan dalam proses pertumbuhan jamur harus memperhatikan faktor kelembaban dan lingkungan. Selama masa inkubasi pertumbuhan miselium temperatur diatur antara 28’-30’C.  Sedangkan untuk pertumbuhan buah jamur sampai pametikan jamur, temperatur diatur antara 25’-28’C. Selama proses pertumbuhan jamur, kelembaban udara diatur sekitar 90% karena kalau kurang maka pertumbuhan buah jamur kurang baik, substrat tanam akan mongering dan buah jamur kurang maksimal. Agar supaya kelembababan tetap terjaga maka lantai ruang pertumbuhan sebaiknya disiram dengan air pada saat pagi dan sore hari. Di dalam proses pemeliharaan ini yang sangat diperlukan adalah air yang akan digunakan untuk menjaga kelembaban, selain dari pada itu diperlukan juga alat-alat seperti selang air, sprayer dan pompa air, sedangkan gunting, pisau keranjang dan sapu dipergunakan untuk membersihkan baglog dalam masa pemanenan
Dalam masa inkubasi maupun pertumbuhan sering kali dijumpai adanya kehadiran jamur asing/ liar yang tidak dikehendaki yang mengakibatkan tergangunya pertumbuhan miselium di dalam substrat media tanam, hal ini ditandai dengan tumbuhnya miselium jamur berwarna hijau, hitam atau kuning yang biasanya disebut oncom. Untuk menghindari hal ini maka baglog substrat media tanam harus  segera dipisahkan,  dikeluarkan dan segera dibuang jauh-jauh atau  dibakar.
Pada pertumbuhan tubuh buah awal ditandai dengan munculnya bintik-bintik atau tonjolan yang berwarna putih yang sering disebut primordia, yang makin lama semakin membesar yang nantinya akan membentuk pinhead dan selanjutnya tumbuh buah jamur. Dalam proses pertumbuhan buah jamur, cincin bambu/pralon dan kapas/kertasnya dapat segara dibuka agar media mendapat oksigen sehingga selang 3 -7 hari buah jamur dapat segera muncul.  Buah jamur dapat dipetik 3 hari setelah munculnya pinhead, pertumbuhan buah pertama dan kedua  memerlukan waktu 7 – 10 hari.  Pada masa pertumbuhan ini perlu dijaga kebersihan baglog dengan cara penyapu dengan kuas dan menurunkan permukaan plastik baglog.  Dalam 1 periode pemanenan dapat dicapai minimal 4 - 5 kali pemetikan dalam tempo kurang dari 4 bulan dan selanjunya apabila baglog sudah tidak berproduksi lagi dan ingin diganti dengan baglog yang baru sebaiknya ruang kumbung diistirahatkan/dikosongkan selama 1 minggu dulu untuk dilakukan sterilisasi dengan membersihkan ruangan bangunan/rak dan peralatan lainnya agar supaya terbebas dari hama.

MASA PANEN JAMUR TIRAM
Pemanenan jamur dilakukan dengan cara memetik (tidak dengan mencabut) seluruh buah jamurnya dan tidak disisakan, bekas pemetikan yang tersisa di permukaan baglog dibersihkan dari kotoran yang menempel dengan kuas atau sapu lunak. Apabila buah jamur disisakan maka baglog atau media tanam akan cepat busuk dan buah jamur akan susah lagi mau tumbuh. Ujung kantong plastik baglog diturunkan ke bawah atau dipotong agar baglog mendapat oksigen dan jamur akan cepat tumbuh lagi. Hasil buah jamur tergantung pada kandungan nutrisi substrat tanam, bibit jamur, kelembaban serta kebersihan selama pemeliharaan.  Pemanenan buah jamur dapat dilakukan antara 4 – 6 kali dan jumlah hasil panen jamur permusim dapat dicapai 400 - 600 gram, sedangkan berat substrat tanam adalah 1,5 kg. Dengan nilai REB (Rasio Efisinensi Biologi adalah 60. dimana semakin tinggi nilai REB, maka semakin baik pula budi daya jamur tersebut.
PEMASARAN JAMUR TIRAM :
Jamur Tiram sering dijumpai di pasar tradisional maupun supermarket yang penjualannya seringkali dipasarkan dalam bentuk segar dan selalu cepat habis terjual dalam waktu singkat, hal ini dikarenakan jamur tiram banyak diminati dan sudah mulai populer di masyarakat yang mengolahnya menjadi beberapa jenis masakan yang selain lezat rasanya juga manfaat gizinya bagi kesehatan. Jamur tiram juga sebagai alternatip makanan pengganti daging yang sangat baik bagi penderita gangguan kolesterol dan para vegetarian.  Pemasaran jamur tiram umumnya dijual dalam kemasan kantung plastik dalam kemasan 0,25 kg  sampai dengan jumlah penjualan kiloan yang konsumennya mulai dari rumah tangga sampai dengan rumah makan (warteg dan restoran) dan hotel.
Untuk tips pemasaran, sebaiknya dilakukan penjualan ke tingkat user/konsumen rumah tangga di sekitar lokasi dahulu, jangan langsung ke pengecer di pasar kalau jumlah panen masih sedikit (dibawah 10 kg).
Penjualan sebaiknya dilakukan ke rumah makan/ warteg dahulu, perkenalkan jamur dengan memberi sample 2 ons ke setiap calon pembeli (rumah makan/warteg). Biasanya warung makan/warteg menyediakan menu masakan jamur dengan pembelian 1 – 2 kg/hari, tawarkan dengan harga 10.000 – 12.000/kg.  Untuk penjualan ke tingkat rumah tangga sebaiknya dilakukan pengemasan yang menarik dengan kemasan plastik isi 0.25 kg/ kantong dengan harga Rp.3.000 – Rp.4.000/ kantong.  Jika ingin dijual dalam bentuk masakan akan diperoleh keuntungan penjualan yang lebih tinggi, hasil jamur dapat diolah menjadi beberapa masakan seperti pepes, bakwan atau keripik jamur.
Harga jamur usahakan stabil pada tingkat harga 10.000/kg dan penjualan langsung pada tingkat pengguna, sehingga karyawan dituntut lebih aktif dalam melakukan aktivitas pemasaran. Lakukan survey dan perkenalkan jamur pada setiap rumah makan di sekitar lokasi, setiap outlet dilakukan pendataan sehingga dapat diketahui berapa pasokan/permintaan jamur setiap harinya.
Dengan melakukan cara-cara tersebut harga jamur diharapkan dapat stabil dan keuntungan penjualan menjadi lebih baik.
PELUANG USAHA BUDI DAYA JAMUR
Sering kali kita sulit menentukan pilihan dalam menekuni usaha apa yang akan kita jalani, hal ini terpikirkan apabila kita sudah tidak lagi bekerja atau sulit mendapatkan pekerjaan. Budi daya jamur dapat menjadi alternatif pilihan dalam menentukan pilihan usaha, karena di dalam usaha budi daya jamur penanganannya sangat mudah, tidak memerlukan lahan yang terlalu luas, modal yang yang dikeluarkan juga relatip tidak besar dan permintaan jamur di pasar saat ini masih belum terpenuhi sehingga pangsa pasarnya masih terbuka lebar.
Bahan baku yang dipergunakan sangat mudah didapatkan dalam bentuk limbah, seperti serbuk dari hasil penggergajian kayu dan dedak/bekatul. Waktu dan proses yang dicapai dari saat pengolahan bahan baku, penanaman bibit sampai dengan pemanenan sangat singkat, biaya yang diperlukan untuk usaha budi daya ini juga relatip tidak banyak dan hasil perputaran modal cukup cepat.


PRODUKSI BAGLOG

PROSES PRODUKSI BAGLOG PADA BUDI DAYA JAMUR TIRAM (PLEUROTUS SPP) :
  1. Mempersiapkan bahan-bahan spt. : serbuk gergajian kayu, dedak (bekatul), kapur (CaCO3) dan gips (CaSO4).
  2. Membuat substrat/media tumbuh dengan dengan perbandingan : 5-15 % dedak, 2% kapur (CaCO3), 2% gyps (CaSO4) dan air bersih, diaduk merata dengan kadar air substrat 65%, pH 7.
  3. Bahan-bahan ini kemudian difermentasikan selama 3 hari.
  4. Distribusikan substrat ini ke dalam baglog/ plastik polipropilen yang dipadatkan serta diikat rapat dengan tali plastik/rafia
  5. Sterilisasi/pasteurisasi atau penyuci hamaan substrat/media ke dalam drum dengan suhu media di dalam baglog 95-120 derajat C selama 8 jam. Tujuannya adalah untuk mematikan unsur mikroba yang hidup dalam media/ substat supaya jamur yang ditanam dapat tumbuh dengan baik dan tidak terganggu pertumbuhannya.
  6. Proses pendinginan
  7. Inokulasi, yakni menanamkan benih jamur tiram ke dalam substrat/media di ruang inokulasi yang steril dari mikroba lain. Cara inokulasi bibit dapat ditebar di permukaan baglog lalu ditutup dengan menggunakan kapas/ kertas dan diikat dengan karet gelang.
  8. Proses inkubasi baglog di dalam ruang inkubasi dengan suhu 28-30’ selama 30-40 hari sampai miselium menutupi seluruh permukaaan baglog
  9. Baglog substrat dibuka dengan membuka cincin dan kapas/kertas supaya banyak mendapat oksigen sehingga buah jamur dapat segera cepat tumbuh Pada masa pertumbuhan jamur tiram, baglog ditempatkan di rak di dalam kumbung/rumah jamur, dengan cara disusun bertumpuk secara rebah atau berdiri. Pengembunan dengan cara penyiraman dengan air bersih perlu dilakukan untuk mendapat kelembaban agar supaya jamur bisa tumbuh.
  10. Pada masa pertumbuhan jamur tiram, baglog ditempatkan di rak di dalam kumbung/rumah jamur, dengan cara disusun bertumpuk secara rebah atau berdiri. Pengembunan dengan cara penyiraman dengan air bersih perlu dilakukan untuk mendapat kelembaban agar supaya jamur bisa tumbuh.
Beberapa masalah yang sering timbul dan dihadapi para pembudi daya jamur :
1. Mesilium mati atau gagal untuk berkembang, hal ini dapat disebabkan :
Ø Air yang digunakan untuk pengadukan/fermentasi kurang bersih/tercemar (kadar besi yang tinggi)
Ø Serbuk kayu yang digunakan sebagai substrat media kurang baik/tercemar minyak/bahan kimia : seleksi serbuk gergajian kayu yang tidak tercemar minyak saat penggergajian.
Ø Sterilisasi kurang sempurna : pastikan sterilisasi selama 7-8 jam
Ø Baglog media tanam/baglog masih panas : dinginkan media (30’)baru inokulasi benih.
Ø Kualitas bibit kurang baik : Usahakan memperoleh bibit F2 yang terbaik (media biji jagung) pada sumber yang sudah dipercaya kualitasnya
Ø Kadar air terlalu tinggi : Pastikan kadar air dengan genggaman
2. Mesilium tumbuh, tapi buah jamur tidak tumbuh :
Ø Formula media kurang baik : ubah formula, periksa pH, serbuk kayu dan nutrisi
Ø Media tercemar hama, virus, bakteri : periksa proses pengovenan, proses inokulasi dan kebersihan kumbung/ ruang pertumbuhan
Ø Kualitas bibit kurang baik : Usahakan memperoleh bibit F2 yang terbaik (media biji jagung) pada sumber yang sudah dipercaya kualitasnya
3. Pertumbuhan jamur kurang normal
Ø Kurangnya mendapat pencahayaan mempengaruhi pertumbuhan buah jamur yang kurang normal : pengaturan sinar matahari yang masuk
Ø Sirkulasi udara kurang : sirkulasi udara di ruang pertumbuhan sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan jamur, kumbung diberi jendela/lubang
Ø Kualitas bibit kurang baik : Usahakan memperoleh bibit F2 yang terbaik (media biji jagung) pada sumber yang sudah dipercaya kualitasnya
4. Pertumbuhan miselium kurang sempurna, warna kurang cerah/pucat dan cenderung belang-belang
Ø Proses pengadukan kurang homogen : usahakan pengadukan lebih rata
Ø Kurang cukup fermentasi
Ø Kualitas bibit kurang baik : Usahakan memperoleh bibit F2 yang terbaik (media biji jagung) pada sumber yang sudah dipercaya kualitasnya
5. Pertumbuhan jamur kurang (kecil), pembuahan kedua gagal/ tidak tumbuh
Ø Formula campuran media kurang tepat, penambahan nutrisi dedak perlu ditambah
Ø Kurang cukup fermentasi
Ø Kualitas bibit kurang baik : Usahakan memperoleh bibit F2 yang terbaik (media biji jagung) pada sumber yang sudah dipercaya kualitasnya
6. Buah jamur rusak/kurang berbobot :
Ø Kelembaban dalam ruang pertumbuhan kurang akan berdampak buah jamur cepat rusak dan menguning/ kering
Ø Pemetikan terlalu tua, jamur cenderung pecah-pecah menguning
Ø Curah hujan yang tinggi mengakibatkan kelembaban yang tinggi sehingga jamur cenderung basah : usahakan pemetikan sejak awal dan ditiriskan ke kertas koran dahulu
7. Buah jamur diserang hama ulat :
Ø Serangan hama ulat yang bersarang dalam media, jamur dijangkiti ulat : usahakan menjaga kebersihan dalam kumbung dengan sering membersihakan media baglog menggunakan kuas/sapu kecil agar terhindar dari hama lalat kecil yang bertelor dalam media.
Ø Sterilisasi kurang sempurna, sehingga ulat/ hama belum mati : usahakan sterilisasi selama 7 – 8 jam
Ø Pemakaian bibit yang sudah tercemar hama. Usahakan memperoleh bibit F2 yang terbaik (media biji jagung) pada sumber yang sudah dipercaya kualitasnya.
8. Penyemprotan media dengan larutan bawang (hindari pemakaian insektisida)